Jalan dan Jembatan, Harapan-ku

                Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap detik, perubahan akan selalu terjadi tidak terkecuali Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). IPTEK membawa dampak perubahan besar bagi peradaban manusia. Contohnya, di masa sekarang ini kita dapat menikmati kecanggihan teknologi yang awalnya hanya dibayangkan. Manusia mempunyai akal untuk mengubah apa yang sebelumnya tidak ada menjadi ada.

                Kemajuan IPTEK mempunyai dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatif yang marak sekali terjadi adalah pembobolan ATM lewat situs bank online. Kemajuan IPTEK memang tidak dapat dihindari. Kita hanya dapat menyaring apa yang baik dan membuang efek negatif yang ada.

                Setiap tempat yang kita lewati maupun singgahi tentu mendapatkan efek dari adanya kemajuan IPTEK. Seperti misalnya konstruksi jalan dan jembatan maupun tempat tinggal. Namun banyak sekali permasalahan dalam proyek pembangunannya. Permasahan tersebut seperti misalnya dalam proyek pembangunan jalan. Dalam tahap perencanaan pembangunan jalan, banyak yang harus dipikirkan seperti bagaimana cara agar konstruksi jalan tidak menghalangi sistem drainase yang ada pada sekeliling badan jalan. Penanaman pohon disekeliling badan jalan juga patut diperkirakan untuk mengurangi suhu panas jalan raya yang diakibatkan oleh asap kendaraan.

                Jalan dan jembatan merupakan akses penting yang dapat menjadi tolak ukur pembangunan. Suatu wilayah terpencil yang akses jalannya terhadap kota lain baik akan sangat berbeda keadaan ekonominya dengan wilayah terpencil yang akses jalannya buruk. Keadaan jalan yang buruk dapat terjadi karena kurangnya pengawasan yang dilakukan pihak pemerintah maupun masyarakat. Kurangnya sosialisasi pada masyarakat akan fungsi pengawasan jalan juga menjadi penyebab masalah ini.

 Image

Akses yang buruk terhadap jalan akan menghambat pembangunan suatu wilayah

                Dalam pengadaan jalan, tidak hanya konstruksi jalan yang diperhatikan. Fasilitas jalan untuk pejalan kaki dan lajur sepeda juga harus diperhatikan bahkan harus diutamakan. Karena lajur untuk pejalan kaki dan sepeda harus dipisahkan dari jalanan utama untuk menghindari kecelakaan antar sesama pengendara. Jika kedua fasilitas ini buruk atau bahkan tidak ada, maka pengadaan jalan tersebut haruslah dikaji kembali. Sebab dengan adanya kedua lajur tersebut, maka masyarakat akan lebih tertarik untuk menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan dan juga menyehatkan.

                Dampak dari bisingnya jalan raya juga harus ditangani. Sebab kebisingan dapat mengganggu pendengaran manusia. Dengan adanya variasi bahan dan bentuk bangunan peredam khususnya di perkotaan, maka suara bising dapat berkurang kapasitasnya. Diharapkan pula dengan kemajuan IPTEK, maka dampak dari bisingnya kendaraan bermotor dapat lebih dikurangi kembali.

                Kita sering mendengar berita banjir besar yang mengakibatkan jembatan ambruk. Adanya jembatan yang runtuh biasanya terjadi karena aliran air sungai yang deras menerjang konstruksi jembatan. Hal ini diperparah dengan tiak adanya jembatan cadangan. Wilayah yang berada jauh dari pusat kota yang hanya dapat tersambung dengan jembatan yang putus itu akan sangat terganggu dalam pasokan kebutuhan sehari-harinya. Wilayah tersebut harus bersusah payah mencari jalan lain yang jaraknya lebih jauh ataupun harus menyeberang dengan kondisi yang tanpa pengaman.

 Image

Jembatan yang ambruk menghambat lalu lintas barang dan jasa

                Hal itu merupakan dampak dari kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pengadaan jembatan. Jembatan yang baik haruslah memenuhi syarat kelayakan. Layak yang dimaksud termasuk kelayakan dalam konstruksi lantai jembatan, penilaian beban untuk jembatan, dan yang paling penting adalah ketahanan jembatan tersebut dalam menghadapi bancana alam khususnya gempa bumi. Untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan akan buruknya fasilitas jalan dan jembatan tersebut, maka diperlukannya teknologi. Teknologi kostruksi jembatan yang baik dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Hal yang diperhatikan selanjutnya adalah bagaimana konstruksi maupun pemakaian jembatan tersebut ramah terhadap lingkungan. Konstruksi jembatan yang ramah lingkungan dapat menjadi penentu semakin canggihnya teknologi yang digunakan. Tidak hanya itu, namun dengan konsep ramah lingkungan, kita bisa lebih siap dalam beradaptasi untuk menghadapi adanya dampak dari perubahan iklim.

                Kendaraan yang melewati jalan pasti akan mengeluarkan polusi. Pengkajian akan adanya teknologi untuk mereduksi polusi sangat dibutuhkan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan tanaman yang ada pada badan jalan. Karena polusi yang ada terkadang melebihi ambang batas normal maka diperlukan adanya penelitian dalam bidang ini. Alat pereduksi polusi akan sangat membantu untuk mengurangi dampak karbon yang dilepaskan ke udara. Dengan adanya penelitian dan aplikasi dari teknologi pereduksi polusi, maka udara yang sehat akan didapat sehingga kualitas hidup manusia akan lebih baik lagi.

                Adanya isu perubahan iklim menjadi pendorong utama untuk menciptakan teknologi yang ramah lingkungan. Pengadaan jalan dan jembatan yang tidak menerapkan sistem ramah lingkungan akan berdampak pada bumi ini kedepannya. Teknologi yang ada saat ini harus dapat menjawab isu tersebut melalui sebuah pembangunan jalan dan jembatan yang ramah lingkungan. Bahkan teknologi harus dikaji dan diteliti kembali guna memperbaharui sistem supaya lebih baik dari yang sebelumnya.

                Jalan yang ramah lingkungan merupakan jalan yang bahan utamanya maupun keluarannya tidak mencemari lingkungan. Jalan yang ramah lingkungan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia dan juga meningkatkan daya saing serta pertumbuhan ekonomi nasional. Jembatan yang menerapkan konsep ramah lingkungan pun juga seperti itu. Adanya pengadaan jalan dan jembatan yang berteknologi tinggi dibutuhkan untuk mengefisienkan sumber daya yang terbatas namun juga ramah terhadap lingkungan.

               Permasalahan di bidang pekerjaan umum bukan hanya tanggung jawab yang terletak pada pundak pemerintah. Namun juga masyarakat yang menikmati sekaligus merasakannya. Dalam berbagai permasalahan tersebut, masyarakat harus dapat berkolaborasi dengan pemerintah. Peran masyarakat dalam penyelenggaraan jalan sangat dibutuhkan. Peran tersebut dilakukan pada fungsi TURBINBANGWAS. Yaitu fungsi pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan.

              Fungsi pengaturan artinya masyarakat ikut memberi usulan berupa saran maupun kritik akan adanya pengaturan yang sudah ada maupun yang belum ada. Fungsi pembinaan berupa pengetahuan yang disebarluaskan kepada masyarakat lain. Fungsi pembangunan, diharapkan masyarakat melalui usulan, saran maupun kritik dapat membantu pembangunan wilayahnya ke arah yang lebih baik. Dan dalam fungsi pengawasan masyarakat diharapkan turut pula mengawasi penyelenggara jalan dan jembatan maupun peruntukkannya. Fungsi-fungsi tersebut menjadi sangat penting bila diterapkan dengan baik. Adanya sosialisasi dalam bentuk penyuluhan kepada masyarakat menjadi sangat penting agar fungsi-fungsi tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Dalam melaksanakan fungsi tersebut, masyarakat dapat berperan secara langsung maupun tidak langsung dengan memberikan informasi, usulan, saran, maupu kritik melalui media tatap muka, forum/dialog, konsultasi publik, media cetak, maupun elektronik. Masyarakat dapat melaksanakan fungsi-fungsi tersebut kepada instansi pemerintah terkait seperti pemerintah desa, kota, pusat, dan yang lainnya yang berfungsi melayani peranan masyarakat dalam penyelenggaraan jalan.

                IPTEK dapat menjadi solusi permasalahan yang ada dalam bidang pekerjaan umum. Bila IPTEK terus dikembangkan, maka pengadaan jalan dan jembatan yang mempunyai fungsi vital bagi perekonomian bangsa di masa depan ini akan sangat membantu mengurangi bahkan meniadakan efek negatif yang akan terjadi. Kolaborasi fungsi antara pemerintah dengan masyarakat juga lebih terjalin dengan adanya IPTEK. Semakin berkembangnya IPTEK disuatu negara dapat menjadi tolak ukur bagaimana pelayanan publik dapat sampai dan mampu dirasakan oleh masyarakat pada umumnya.

 

Link Sumber :

http://litbang.pu.go.id/pedoman-peran-masyarakat-dalam-penyelenggaraan-jalan.balitbang.pu.go.id

http://pusjatan.pu.go.id/pus_our/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=55&Itemid=254

http://litbang.pu.go.id/pedoman-peran-masyarakat-dalam-penyelenggaraan-jalan.balitbang.pu.go.id

http://pusjatan.pu.go.id/pus_our/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=53&Itemid=250

http://pusjatan.pu.go.id/pus_our/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=51&Itemid=248

Link Gambar :

http://www.floresbangkit.com/2013/07/jalan-di-kecamatan-macang-pacar-buruk/

http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1345977601/jembatan-ambruk

Penyakit Pada Sistem Ekskresi

A. Ginjal

1.     PIELONEFRITIS

Pielonefritis adalah radang pada pielum dan nefron yang disebabkan oleh infeksi pada ginjal, umumnya berasal dari infiltrasi bakteri dan pelvis tenis renis kedalam parenkim ginjal, sehingga menyebabkan destruksi yang besar pada ginjal.

 Penyebab :

–  Pielonefritis akut disebabkan oleh infeksi bakteri seperti bakteri Escherichia coli, Enterobacter, Klebsiella, Pseudomonas, Proteus, dll

–  Pielonefritis kronis juga berasal dari infeksi bakteri, namun jufa faktor-faktor lain seperti refluks urine dan obstruksi saluran kemih. Pielonefritis kronis merusak jaringan ginjal untuk selamanya (irreversible) akibat inflamasi yang berulang kali dan timbulnya jaringan parut

Ginjal yang terkena Pielonefritis

 Gejala :

Gejala yang biasanya timbul secara tiba-tiba seperti demam, menggigil, nyeri di punggung bagian bawah, mual sampai muntah, rasa sakit saat buang air kecil, sering buang air kecil, urine terdapat nanah dan darah.

Gejala yang jarang tetapi bisa terjadi yaitu :
1. Dapat terjadi pembesaran salah satu atau kedua ginjal. Kadang otot perut berkontraksi kuat
2. Bisa terjadi kolik renalis, dimana penderita merasakan nyeri hebat yang disebabkan oleh kejang ureter
3.  Kejang bisa terjadi karena adanya iritasi akibat infeksi atau karena lewatnya batu ginjal

Escherichia Coli

 

Enterobacter

 
  
 
Cara Pengobatan :
1. Segera setelah diagnosis ditegakkan, diberikan antibiotik. Terapi kausal dimulai dengan kotrimoksazol 2 tablet 2 x sehari atau ampisilin 500 mg 4 x sehari selama 5 hari. Untuk mencegah kekambuhan, pemberian antibiotik bisa diteruskan selama 2 minggu
2. 4 – 6 minggu setelah pemberian antibiotik, dilakukan pemeriksaan urin ulang untuk memastikan bahwa infeksi telah berhasil diatasi
3. Pada penyumbatan, kelainan struktural atau batu, mungkin perlu dilakukan pembedahan dengan merujuk ke rumah sakit

Co-trimoxazole / Kotrimoksazol

2. Gagal Ginjal

Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.

 Penyebab        :

1. Adanya gangguan pada pembuluh darah vena atau sistem penyaringannya

2. adanya masalah kesehatan lain, seperti tekanan darah tinggi, diabetes  

3. adanya masalah yang terjadi pada sistem penyaringan ginjal seperti pada keadaan glomerulonefritis atau penyakit ginjal polikistik

 4. adanya masalah pada saluran kemih

 

 

 

Ginjal yang terkena Gagal ginjal

Gejala        :

Gejala umum :

  1. Urine berubah warna atau berbuih
  2. Adanya pembengkakan pada kaki, pergelangan, tangan, dan muka
  3. Kehilangan nafsu makan, mual sampai muntah
  4. Nafas bau karena adanya kotoran yang mengumpul di rongga mulut

 Gejala secara akut :

  1. Urine terdapat darah
  2. Sakit saat buang air kecil dan urine sedikit
  3. Nyeri penggang hebat (kolik)
  4. Sering buang air kecil

 Gejala kronik :

  1. Creatinine darah naik, Hb turun, urine : protein selalu positif
  2. Tidak ada tenaga, lemas
  3. Sesak nafas, pucat/anemi

Cara Pengobatan         :

  1. Diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan
  2. Pencucian darah {Haemodialisa (dialysis)}
  3. Terapi ginjal pengganti (TGP) yaitu dengan transplantasi ginjal atau pencangkokan ginjal

3. Sindrom Nefrotik

Sindrom nefrotik adalah kumpulan gejala yang ditandai dengan proteinuria atau terdapatnya protein dalam air seni (lebih dari 3,5 gram per hari), kadar protein darah yang rendah, kadar kolesterol tinggi, trigliserida tinggi, dan adanya pembengkakan, terutama di sekitar mata, kaki, dan tangan.

 

Penyebab:

Sindrom nefrotik disebabkan oleh adanya kerusakan pada pembuluh darah kapiler pada glomerulus ginjal yang bekerja menyaring “sampah-sampah” tubuh dan kelebihan air pada darah dan mengirimkannya ke kandung kemih sebagai urin.

 

Gejala :

Tanda dan gejala dari sindrom nefrotik termasuk:

1. Pembengkakan (edema), khususnya di sekitar mata dan di pergelangan kaki dan kaki

2. Busa air di toilet, yang dapat disebabkan oleh kelebihan protein dalam urin Anda

3. Berat badan karena kelebihan cairan retensi

4. Kehilangan nafsu makan

5. Tekanan darah tinggi

Seorang anak dengan Sindrom Nefrotik. Terlihat ada pembengkakan wajah (kiri), dibanding kondisi normalnya (kanan)

Cara Pengobatan :

  1. Diet rendah garam untuk mengurangi penahanan cairan tubuh oleh natrium yang menyebabkan pembengkakan di tangan dan kaki
  2. Mengkonsumsi obat diuretik (pelancar air seni) untuk membantu mengurangi cairan tubuh
  3. Mengkonsumsi obat anti hipertensi seperti Angiotensin receptor blocker (ARB)
  4. Mengontrol tekanan darah secara rutin pada atu dibawah 130/80 mmHg untuk menunda kerusakan ginjal
  5. Mengkonsumsi kortikosteroid dan obat lain yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh
  6. Menangani tingkat kolesterol tinggi untuk mengurangi risiko masalah jantung dan pembuluh darah
 
 B. Hati

1.     Sirosis

Hati yang terkena Sirosis

sirosis

 
Sirosis hati adalah penyakit hati menahun yang ditandai adanya nekrosis ( kerusakan pada tingkat sel ) dan adanya pembentukan jaringan ikat (parut) disertai nodul.
 
 
Penyebab  :
  1. Infeksi kronis virus hepatitis B
  2. Kelebihan zat besi (hemokromatosis)
  3. Kencing manis (diabetes)
  4. Kadar galaktosa tinggi dalam darah
  5. Sumbatan menetap pada aliran darah dari hati seperti sindroma Budd-Chiari
  6. Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan tertentu
  7. Penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu sehingga tekanan darah terhambat dan merusak sel-sel hati. Seperti sirosis bilier primer, primary sclerosing

 

Gejala :

  • Cairan yang bocor dari aliran darah dan menumpuk di kaki (edema) dan perut (ascites)
  • Kehilangan nafsu makan, merasa mual dan ingin muntah
  • Kecenderungan lebih mudah berdarah dan memar
  • Penyakit kuning karena penumpukan bilirubin
  • Gatal-gatal karena penumpukan racun
  • Gangguan kesehatan mental dapat terjadi dalam kasus berat karena pengaruh racun di dalam aliran darah yang memengaruhi otak. Hal ini dapat menyebabkan perubahan kepribadian dan perilaku, kebingungan, pelupa dan sulit berkonsentrasi

 

Cara Pengobatan :

  • Diet rendah natrium atau diuretik untuk mengurangi cairan yang terakumulasi dalam tubuh.
  • Obat untuk mengurangi gatal.
  • Obat-obatan yang dapat membantu mengurangi hipertensi portal.
  • Pengurangan cairan yang menumpuk di perut (ascites).
  • Bila jaringan parut meluas dan hati nyaris tak berfungsi, maka pilihannya adalah transplantasi hati

 

2. Hepatitis C

Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV= Hepatitis C virus). Virus Hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya

Penyebab : Virus Hepatitis C (HCV)

 

Gejala :

Gejala hepatitis C adalah asimtomatik yang artinya mereka tidak merasakan gejala apa–apa selama bertahun-tahun sejak terinfeksi hepatitis C :

  • Lelah
  • Hilang selera makan
  • Sakit perut
  • Urin menjadi gelap
  • Kulit atau mata menjadi kuning ( “jaundice”)

 

Cara Pengobatan :

Bahaya penyakit hepatitis c adalah karena belum ditemukan vaksin untuk melawan hepatitis C, karena HCV mampu mengubah dirinya dengan cepat. Saat ini, pengobatan standar untuk hepatitis C adalah dengan kombinasi Interferon alfa dan Ribavirin. Interferon adalah suatu protein yang dibuat secara alami oleh tubuh manusia untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh/imunitas dan mengatur fungsi sel lainnya sedangkan Ribavirin adalah obat yang digunakan secara oral. Tingkat kesembuhan hepatitis c akut mencapai 90%, hepatitis kronis 30-40%, dan pengerasan hati 10-20%.

Hati yang terkena Hepatitis C

 

3.    Hepatoma (Karsinoma Hepatoseluler)

Hepatoma adalah kanker yang berasal dari sel sel hati.

Hati yang terkena Hepatoma

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Penyebab :

1.  Infeksi Hepatitis B

Virus hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati karena adanya kombinasi peradangan kronis dan integrasi genom virus ke dalam DNA pasien.

 2.  Infeksi Hepatitis C

Risiko kanker hati seumur hidup dari pasien hepatitis C adalah 5%, dan terjadi setelah 30 tahun terinfeksi.

 3.  Alkohol

Risiko kanker hati lebih besar terjadi setelah pasien berhenti minum alkohol, karena peminum berat tidak bertahan cukup lama untuk mengembangkan kanker. Pecinta alkohol yang minum lebih dari 80 g/d atau lebih dari 6-7 gelas per hari, dapat meningkatkan risiko kanker hati hingga 5 kali lipat.

 4. Aflatoksin
Karsinogen hati ini adalah hasil dari kontaminasi jamur pada bahan makanan di Afrika dan Asia Tenggara. Hal ini menyebabkan kerusakan DNA dan mutasi gen p53. Biasanya aflatoksin terdapat pada kacang-kacangan atau makanan yang disimpan dalam waktu lama.

Carcinoma Hepatocellular

Gejala :

Pada permulaannya penyakit ini berjalan perlahan, dan banyak tanpa keluhan. Lebih dari 75% tidak memberikan gejala-gejala khas. Ada penderita yang sudah ada kanker yang besar sampai 10 cm pun tidak merasakan apa-apa. Keluhan utama yang sering adalah keluhan sakit perut atau ataupun ada rasa bengkak di perut kanan atas dan nafsu makan berkurang, berat badan menurun, dan rasa lemas. Keluhan lain terjadinya perut membesar karena asc ites (penimbunan cairan dalam rongga perut), mual, tak bisa tidur, nyeri otot, tinja hitam, demam, kaki bengkak, muntah, gatal, muntah darah, perdarahan dari dubur, dan lain-lain.

 Cara Pengobatan :

Pengobatan hepatoma masih belum memuaskan, banyak kasus didasari oleh sirosis hati. Pasien sirosis hati mempunyai toleransi yang buruk pada operasi segmentektomi pada hepatoma. Selain operasi masih ada banyak cara misalnya transplantasi hati, kemoterapi, emboli intra arteri, injeksi tumor dengan etanol agar terjadi nekrosis tumor, tetapi hasil tindakan tersebut masih belum memuaskan dan angka harapan hidup 5 tahun masih sangat rendah.

Sea Turtle

Sea turtles are marine reptiles which spend its life in the sea. It found in all of the world’s oceans except the Arctic. Sea turtle has a nickname that is “The Ocean Explorer”

Sea turtle migrate to other sea to find food. Their food is sea grass that grows on the sea floor or small animal. Sea turtle has two legs that give agility in swim. Sea turtle are able to migrate long distances in a sort time. Distance around 3000 km in 58-73 day.

Sea turtle has many kinds. There are seven kinds of sea turtle. The seven living species of sea turtles are : flatback sea turtle, green sea turtle, hawksbill sea turtle, kemp’s ridley sea turtle, leatherback sea turtle, loggerhead sea turtle, and olive ridley sea turtle. Green sea turtle is sea turtle that often found. The largest sea turtle is leatherback sea turtle. It has weight 600 – 900 kg and length 2, 75 m. And the smallest is olive ridley sea turtle. It has weight 50 kg.

Sea turtle was life since the end of the Jura time. It’s about 145 – 208 million years ago. Sea turtle has a same age with dinosaur. In that era, Archelon has length 6 m and Cymosely already swims in ancient sea like the sea turtles in this present.

Sea turtle reproduce by laying eggs. The female laid eggs on the beach. And then the female leave its eggs. After that, the hatchlings were born. They are trying to leave the seashore and come to the sea. In the sea there are many marine predators which want to prey them.